Jeny Tjahyawati Berpartisipasi di “Jogja Fashion Week ” 2016

Desainer Jeny Tjahyawati ikut berpartisipasi dalam Fashion Show Tahunan di kota Jogjakarta yaitu JOGJA FASHION WEEK, yang berlangsung tepatnya di Jogja Expo Center. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM bersama Dinas Pariwisata DIY yang berlangsung 26 Agustus 2016.

Tema besar yang diusung dalam perhelatan Jogja Fashion Week tahun ini adalah “The Heritage”. mengangkat tema Busana Etnik dengan menghadirkan keragaman motif batik untuk mendorong batik lebih mendunia.

Berikut karya-karya Jeny Tjahyawati yang diperagakan :

IMG-20160826-WA0044

IMG-20160826-WA0041

IMG-20160827-WA0009

IMG-20160827-WA0010

IMG-20160827-WA0011

IMG-20160826-WA0045

IMG-20160826-WA0049 (1)

IMG-20160826-WA0050

IMG-20160823-WA0002

 

 

Indonesia Bisa Jadi Role Model Fashion Hijab Dunia

Sampai saat ini Indonesia masih masuk kategori sebagai salah satu negara dengan volume umat muslim terbesar di dunia. Kalau dilihat dari volume tersebut saja, sepertinya target Indonesia untuk menjadi role model fashion muslim dunia 2020 bisa jadi bukan hal yang mustahil. Bahkan Ascia Akf, blogger terkenal asal Kuwait juga terang-terangan memuji fashion muslim Indonesia.

Bukan hanya beliau, tetapi salah satu desainer fashion hijab ternama, Dian Pelangi, juga mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan fashion hijab di Indonesia. Desainer busana muslim yang sudah beberapa kali menggelar fashion show di luar negeri ini mengaku, masyarakat luar negeri memang banyak yang mengagumi fashion muslim Indonesia.

aJeny19

Keterangan tambahan lainnya juga berasal dari Prapancha Research (PR). PR baru saja mengeluarkan analisanya bahwa Indonesia siap menjadi pusat mode busana muslim dunia. Kesimpulan ini didapat berdasarkan pantauan terhadap jejaring sosial selama kurun waktu 1 Agustus 2011-1 Agustus 2013. Namun, kalau dilihat dari segi kekurangannya, Indonesia masih kurang di bidang promosi dan pembentukan jaringan internasionalnya. Maka dari itu harus lebih gencar dilakukan bila Indonesia tak ingin kehilangan momentum.

Hanya saja, PR mendapati media-media internasional masih cenderung belum memersepsikan Indonesia sebagai negara yang perlu diperhitungkan dalam kancah busana muslim global. Kalaupun disinggung oleh media-media mancanegara dalam berbagai artikel tentang industri busana muslim, Indonesia dipandang baru sebatas salah satu pasar potensial.

Menurut Jeny Tjahyawati, salah satu desainer busana muslim Indonesia, maraknya event fashion show yang menampilkan busana muslim seperti Indonesia Islamic Fashion Fair (IIFF), Indonesia Fashion Week (IFW), Jakarta Fashion Week (JFW), Ramadan Runway dan lainnya menjadi langkah positif untuk branding industri kreatif busana muslim. Hal ini sangat bagus untuk melakukan aksi gencar promosi dan memperluas jaringan international ke luar negeri. Tentu saja langkah ini harus didukung oleh pemerintah.

Sumber :  behijab.com

Jeny Tjahyawati Mengeksplorasi Kain Nusantara

Jakarta – Mewujudkan imajinasi dengan tema Blooming Nusantara, Jeny Tjahyawati  menuangkan dalam koleksi busana Muslim yang memberikan kesan mewah. Semua itu ditampilkan dalam peragaan Ramadhan Runway 2016 pada Jumat (3/7) lalu, di Kota Kasablanka, Jakarta.

aJeny18

Melihat koleksi Jeny  seakan membawa kita untuk menikmati keindahan aneka yang ada di nusantara Dengan mengeksplorasi alam semesta dan berpetualang di alam bebas menemui aneka warna, semua itu tertuang kedalam lembaran material kain Nusantara, seperti Songket Bali, Tenun Jepara, dan Tenun Makasar.

Dalam peragaan tersebut Jeny menampilkan 9 set busana muslim yang menawarkan sebuah trend dengan gaya yang simple dan glamor yang lebih banyak bermain pada potongan serta aplikasi yang mempunyai ciri 2 pieces dan 3 peices.

Perancang yang terkenal mampu merayakan keindahan perempuan ini  mempersiapkan seluruh karyanya dengan total. Dalam koleksinya kali ini Jeny  berkolaborasi  dengan brand POLO yang selama ini memberikan kesan sporty dan santai, namun  ditangan Jeny tercipta sebuah karya yang istimewa.

Untuk koleksi busana muslim, Polo mengunakan Brand POLO Ralph Lauren by Jeny Tjayawati.   Koleksinya ini banyak bermain dengan perpaduan warna teracota, merah, orange, hingga yang berkilau seperti perak dan keemasan. Sebagai aplikasi, Jeny bermain bordir yang mempermanis koleksinya.

Untuk seluruh koleksi Polo Ralph Lauren konsumen bisa mendapatkan di seluruh autlet Polo  mana saja di kota anda.

jeny

Alamat Gallery

Moeslim Fashion Gallery

Jl Cipinang cempedak IV no 20 E .

Plonia Jakarta timur 1330

Tlp : ( 021 ) 85910288 – 85910287

Mobile phone ( 087885344122 )

Koleksi Jeny Tjahyawati di Indonesia Fashion Week 2013

Koleksi Jeny Tjahyawati di Indonesia Fashion Week 2013. Setiap desainer menerjemahkan tren warna pastel pada busana muslim dengan gaya dan karakternya masing-masing di Indonesia Fashion Week 2013. Anda punya banyak pilihan untuk menemukan gaya personal dalam berbusana muslim Jeny Tjahyawati dengan brand Jeny juga menampilkan warna pastel dalam pagelaran busana bertema Sweet Royale. Busana muslim termasuk kerudung dengan teknik makram hadir dengan warna lembut, didominasi pink.

Jenny Tjahyawati menampilkan karya busana muslim ready-to-wear yang lebih kasual dengan konsep Sweet Royal. Bahan kaos dan celana harem kerap digunakan pada koleksi busana yang keseluruhannya menggunakan warna pink ini. Detail guntingan baju atau fringe menjadi tema besar dai koleksi ini. Kaos atau jaket panjang fringe ditambahkan dengan manik-manik agar terlihat feminin seperti di koleksi Jeny Tjahyawati di Indonesia Fashion Week 2013 berikut ini:

aJeny 10 aJeny 11 aJeny12 aJeny13 aJeny17

 

Jeny Tjahyawati Fashion Designer Busana Muslimah di FCC 2015

Perkembangan busana muslimah sekarang kian pesat. Aneka model serta corak warna memberikan banyak alternative bagi kaum muslimah untuk semakin tampil manis dan elegan, tetap menutup auratnya, tapi tetap juga dapat mengikuti perkembangan mode. Hal ini ditunjang oleh semakin banyaknya dan semakin kreatifnya para fashion designer busana muslimah yang mengakomodir kebutuhan dan selera kaum muslimah untuk tetap berhijab anggun dan mengikuti perkembangan mode.

Salah satunya adalah Jeny Tjahyawati, seorang fashion designer yang telah sepuluh tahun konsisiten menekuni dunia merancang busana khusus untuk muslimah. Perempuan penyuka travelling ini mengaku saking asyiknya mengikuti perkembangan mode di tanah air dan dunia, sehingga ia baru menyelesaikan kuliah strata satunya di IKJ setelah dua puluh lima tahun lulus dari Diplomanya di ASRIDE ISWI Jakarta. Selulus kuliah dia tak langsung menjadi desainer, melainkan sempat bekerja di sebuah department store ternama. Ia memulai merancang busana muslimah di bawah label namanya sendiri, setelah tahun 2004 ia memenangkan perlombaan desain busana muslimah. Ternyata di sinilah passion utamanya.

aJeny 4

Ciri khas rancangan busananya adalah selalu menempatkan pola-pola desain unik dan tak lazim dalam sentuhan busana muslimahnya. Ini yang membuatnya mudah dikenali. Lalu apakah ia tidak bosan merancang busana muslimah?

Ia justru semakin bersemangat berkarya, setelah mengajak mahasiswa-mahasiswi yang magang di tempatnya, untuk bersama-sama mewujudkan desain baru. Ia merasa dengan begitu, idenya semakin banyak mengalir. Buktinya, ia sudah memamerkan hasil rancangannya di mancanegara seperti di Bangkok, Paris, dan Shanghai.

Saat inipun ia tengah dalam proses voting untuk menjadi Committee di ajang Fashion Internasional yang bergengsi, yaitu Fashion Crowd Challenge atau FCC 2015. Ini merupakankompetisi global Desain Fashion dan Model  Indonesia 2015 di ajang internasional dan merupakan kesempatan Desainer Fashion Indonesia untuk Go International.

Jurinya siapa? Nah di sini uniknya kompetisi yang satu ini. Jurinya adalah crowd, jadiii… kita juga bisa ikutan vote. Yuk, ikutan vote desainer Indonesia yaaa. Salah satunya ya Jeny Tjahyawati ini. Caranya gimana? Coba lihat detailnya di penggerak National Campaign di Indonesia ya… Gampang kok, enggak pakai ribet.

Saya sebagai pengamat fashion, khususnya fashion untuk muslimah, merasa ini wajib banget kompetisi ini diikuti oleh desainer fashion Indonesia. Kenapa? Tentu sebagai ajang go International ya, selain juga sebagai sarana untuk memperkenalkan Indonesia yang sangat kaya dengan unsur-unsur desain fashion yang berakar dari kebudayaan lokalnya ke ranah dunia. Jadi membawa nama Negara dan bangsa, bukan hanya brand dari si desainer saja.

Terus manfaat bagi model dan pecinta fashion di Indonesia apa dong dengan mengikuti event ini? Bagi model jelas ya untuk go international dan membawa nama bangsa, juga untuk menambah jam terbang sebagai model. Jadi kalau belum bisa go international sekarang, ya hitung-hitung sebagai latihan menambah jam terbang untuk jalan di catwalk kan. Sedangkan bagi para pecinta fashion ini adalah sarana buat membantu memperkenalkan Indonesia dengan ikutan vote for Indonesian Fashion Designer. Selain itu juga buat menambah ilmu dan wawasan kita tentang fashion.

Seru dan bermanfaat banget kan? Yuk ah, yang berprofesi sebagai Fashion Designer, atau Model, ikutaaan. Kalau yang sekarang enggak keburu, moga-moga masih ada dong tahun depan. Nah, buat para pecinta fashion, jangan lupa vote-nya ya. Tinggal beberapa hari eh beberapa jam lagi lho. Buruan…. Jenny Tjahyawati menunggu dukungan kita…

Tidak mudah lho berjuang mengharumkan nama bangsa dan Negara di ajang international seperti ini. Jadi wajib kita dukung nih. Jangan hanya berani mengaku sebagai pecinta fashion, tapi malas untuk mendukung peranan desainer fashion kita di ajang bergengsi seperti ini. Apalagi kita juga tahu bahwa Jeny Tjahyawati juga menghasilkan rancangannya dengan keunikan yang jarang ditemui di karya-karya perancang dunia, yaitu dia merancang busana muslimah dengan garis pola yang unik, dan dianya sendiri berhijab lho., Ayo dukung kiprah muslimah supaya lebih mendunia.

 

sumber  : ifaavianty1.wordpress.com

Jeny Tjahyawati, 10 Tahun Konsisten Merancang Busana Muslimah

Jakarta – Di antara sekian banyak perancang busana muslim Tanah Air, nama Jeny Tjahyawati dikenal sebagai salah satu desainer yang rajin merilis koleksi terbaru. Kecintaannya pada dunia mode seolah sudah menjadi bagian dari kehidupannya sejak lama. Wanita yang akrab disapa Jeny ini memang sengaja mengambil pendidikan diploma desain busana di Akademi Seni Rupa dan Desain (ASRIDE) ISWI Jakarta pada 1987 silam.

Setelah lulus kuliah, ia tak langsung terjun sebagai desainer, melainkan bekerja di salah satudepartment store di Jakarta menangani desain visual beberapa label retail pakaian ternama. Hingga akhirnya pada 2004, namanya keluar sebagai salah satu finalis lomba rancang busana muslim di suatu majalah muslimah. Pada tahun yang sama dia juga berhasil menjadi juara dalam lomba desain mode majalah yang diterbitkan oleh pusat perbelanjaan Sarinah.

Jenny memutuskan untuk mendirikan label busana ang diambil dari namanya sendiri, Jeny Tjahyawati dan label untuk busana ready-to-wear bertajuk Ethnicant pada 2006. Potongan pola yang unik dan tak lazim untuk diterapkan ke dalam busana muslimah seolah menjadi ciri khas dari gaya rancangannya.

Meski ia selalu disibukkan dengan menyiapkan serangkaian koleksi terbaru dan sejumlah peragaan busana di luar negeri, wanita yang hobi travelling ini tetap ingin mengikuti perkembangan dunia mode dari tahun ke tahun. Hal inilah yang membuatnya bersemangat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

“Lebih dari 25 tahun setelah lulus diploma, Alhamdulillah tahun 2014 lalu saya lulus S-1 jurusan desain mode dan seni rupa di Institut Kesenian Jakarta (IKJ),” cerita Jeny pada Wolipop belum lama ini.

Selama hampir 10 tahun menjadi desainer, wanita asal Malang ini merasa lebih banyak pengalaman menyenangkan yang dialaminya. Namun ia sempat sedih ketika para model yang mengenakan busananya bersifat tidak profesional.

“Sedihnya kalau dalam kegiatan fashion show ada beberapa model yang baru memakai busana muslimah dan tidak merasa nyaman. Ketika saya memakaikan hijab ke mereka, sepertinya mereka tidak suka kalau rambutnya tertutup, takut tampilannya kurang menarik,” paparnya.

Baginya, tidak ada kata jenuh dalam merancang busana. Kegiatan ini selalu mengasyikkan untuk dilakukkan setiap hari. Jika suasana hatinya sedang memburuk, ada beberapa cara ampuh yang membuatnya bersemangat kembali.

“Kalau mood mulai turun biasanya saya jalan-jalan cari bahan ke pasar kain, browsing tren fashion di internet, atau membaca buku sejarah dunia mode. Biasanya saya jadi tambah semangat,” tuturnya lagi.

Ketika para desainer biasanya berkolaborasi dengan desainer ternama lainnya, Jeny justru membuat suatu pembaharuan baru dalam karyanya. Ia mengajak para mahasiswa dari sekolah mode dalam dan luar negeri (Malaysia) untuk membuat busana bersama-sama.

“Banyak mahasiswa sekolah mode yang magang di tempat saya. Kita biasa diskusi dan saya arahkan garis rancangan mereka yang masih idealis, kemudian kita kolaborasikan dan hasilnya adalah rancangan baru yang tanpa diduga sungguh menarik,” ucap desainer yang pernah pamer karya di Bangkok, Paris, dan Shanghai ini.

Sumber :  wolipop.detik.com

Inspirasi Busana Muslim Ramadan Dan Lebaran Karya Jeny Tjahyawati

Cantik dan anggun. Begitulah ungkapan yang bisa disampaikan untuk karya Jeny Tjahyawati. Koleksi busana Muslim yang dipamerkan di fashion show bertemakan Moslem Fashion 2014 di Main Building SME Tower Pancoran Jakarta Selatan ini bisa Anda jadikan sebagai inspirasi busana saat Ramadan dan Lebaran yang tinggal beberapa hari lagi. Seperti apa cantiknya sih? Simak dulu yang satu Ladies!

Sumber : www.vemale.com

Jen

Jen1

Jen2

Jen3

Jen4

Jen6